Pelantikan KPID Sulsel Priode 2020-2023, Ini Harapan Gubernur dan Kadis Kominfo

  • Whatsapp

SIDRAPPOS.COM, SULSELGubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP), Amson Padolo, menaruh harapan besar bagi anggota KPID Sulsel Periode 2020-2023 yang baru saja dilantik, untuk menciptakan dunia penyiaran yang lebih berkualitas, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Gubernur Sulsel berharap KPID menjadi mitra strategis pemerintah. Apalagi saat ini dibutuhkan sistem penyiaran yang lebih efektif di masa Pandemi Covid-19. Program Sulsel dalam penanganannya Trisula, lewat KPID bisa mengambil peran bersama lembaga penyiaran untuk memberikan edukasi pada masyarakat, tentang pentingnya protokol Covid-19.

Bacaan Lainnya

“KPID lembaga strategis untuk melakukan pembinaan, pengawasan, terhadap seluruh lembaga penyiaran. KPID memberikan masukan kepada lembaga penyiaran, terutama porsi edukasi kepada anak-anak, menyensor hal-hal yang merusak mental karakter anak-anak. Paling penting juga mengangkat kearifan lokal kita. Menjadi sebuah program strategis dalam rangka mendorong sistem penyiaran efektif, transparan dan lebih mengedukasi masyarakat,” kata Nurdin Abdullah, Jumat, 27 November 2020.

Amson berharap KPID menjadi garda terdepan menciptakan siaran yang membangun, konstruktif dan berkualitas. Demikian juga dengan susunan komisioner yang ada, dimana terdapat sejumlah nama yang telah duduk pada periode kedua.

“Mereka adalah sosok yang mumpuni dan berpengalaman. Jadi kita berharap ini komposisi yang terbaik, yang dapat membangun komisi penyiaran ini sebagai mitra pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, pengurus yang dilantik, Mattewakang juga menyampaikan harapannya kepada KPID sendiri dan lembaga penyiaran yang ada, bisa sinkron dengan harapan Pemerintah Provinsi.

“Kita berharap KPID ke depan lebih kreatif dalam beraktivitas, dalam mengawal lembaga penyiaran. Jadi kita berharap lebih ada kemajuan dan kreativitas terutama terkait dalam mengantisipasi pandemi, khususnya dalam penegakan regulasi dan etika penyiaran dalam pandemi itu. Pada intinya, kita tetap berpedoman pada P3SPS dan protokol kesehatan, kita minta lembaga penyiaran untuk patuh pada kedua hal tersebut,” ucapnya.

Di tengah pandemi, imbuhnya, penyiaran di Sulsel juga terdampak. Ini dengan lebih sedikitnya konten siaran yang diproduksi dan konten lama kembali disiarkan.

Sedangkan Anggota Komisioner, Riswansyah Muchsin, pada periode kedua ini akan lebih maksimal lagi dalam berkinerja. Karena tantangan ke depan bagaimana industri penyiaran akan semakin ketat, persiapan migrasi analog ke sistem digital ini penting.

Adapun tujuh anggota komisioner yang dilantik, yakni Mattewakkang, Riswansyah Muchsin, A Muh Ilham, Irwan Ade Saputra, Abdi Rahmat, Sitti Hamidah dan Hasrul Hasan. Adapun yang menjabat untuk periode kedua yakni Mattewakang, Riswansyah Muchsin dan Hasrul Hasan. Kemudian diputuskan sebagai ketua Hasrul Hasan dan wakil ketua Abdi Rahmat. (*)

Pos terkait