Tenaga Honorer Dominasi Calon Penerima Subsidi Gaji Di Sidrap

  • Whatsapp

SIDRAPPOS.COM, SIDRAP — Tenaga honorer dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidenreng Rappang, mendominasi jumlah calon penerima subsidi gaji dari pemerintah.

Sebanyak 4.883 orang kuota dari tenaga honorer. Sementara sisanya sekitar 2.664 orang berasal dari tenaga kerja dilingkungan perusahaan di bumi Nene’Mallomo.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidrap, Arfan Dinur terkait jumlah calon penerima program bantuan subsidi upah yang dilakukan pemerintah.

Sementara itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Sidrap, kini tengah mengumpulkan data peserta yang memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi gaji atau bantuan.

“Target kami jumlah penerima, 7.547 pekerja. Dan calon penerima di dominasi tenaga honorer di Pemkab Sidrap,” kata Arfan dikutip dari parepos

Saat ini, kata Arfan, BPJS telah menerima 2.027 nomor rekening pekerja dan sekitar 1500 orang itu adalah tenaga honorer, sisanya berasal dari para pekerja dari sejumlah perusahaan.

Tenaga Honorer Dominasi Calon Penerima Subsidi Gaji Di Sidrap

“Memang data kami lebih banyak dari Pemkab. Ada sekitar 5000 tenaga honorer, namun yang terdaftar saat ini baru sekitar seribuan,”ungkapnya.

Untuk perusahaan, lanjutnya, bisa melaporkan tenaga kerjanya melalui aplikasi pelaporan upah yakni Sistem Informasi Pelaporan Peserta (SIPP).

“Kalau perusahaan bisa melapor lewat aplikasi SIPP. Sementara kalau tenaga honorer kami data secara manual dengan menyerahkan nomor rekening,” katanya.

Pihaknya pun menargetkan merampungkan data sekitar 90 persen untuk pekan ini. “Kami targetnya pekan ini paling tidak sudah mendekati 100 persen. Saat ini data yang masuk baru 30 persen,” jelasnya.

Pendaftar yang berhak menerima bantuan upah itu, katanya, yakni peserta aktif hingga 30 Juni 2020.Seperti diketahui, pemerintah pusat menargetkan sekitar 15,7 juta pekerja sebagai calon penerima bantuan subsidi. Dana yang disiapkan sekitar Rp37 triliun berasal dari APBN.

Bantuan akan diberikan kepada pekerja yang aktif di BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki upah dibawah Rp5 juta. Melalui rekening masing-masing tenaga kerja bantuan gaji Rp 600 ribu diberikan dalam jangka waktu empat bulan.

Namun bantuan tidak diberikan dua bulan sekali, bukan sebulan satu kali seperti upah dan gaji. Satu kali pencairan adalah Rp 1,2 juta sehingga total bantuan gaji yang diterima adalah Rp 2,4 juta.(*)

Ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan subsidi gaji tersebut, yang pertama, karyawan swasta, kedua, aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, ketiga upah gaji yang dilapor di BPJS Ketenagakerjaan di bawah Rp5 juta, dan keempat bukan PNS maupun karyawan BUMN.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *