Ini Syarat Program Subsidi Gaji Rp 600 Ribu per Bulan Bagi Karyawan Swasta

  • Whatsapp

SIDRAPPOS.COM, PAREPARE — Kabar gembira, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Kota Parepare, kini tengah mengumpulkan data nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi gaji atau bantuan.

Dikutip dari Suaraya.News, Bantuan ini merupakan program subsidi gaji dari Pemerintah Pusat bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta.

Bacaan Lainnya

Account Representatif BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare, Ari Pranata Agustya mengemukakan, Pemerintah Pusat tengah berencana membuat subsidi gaji pekerja. Rencana awal, pemerintah akan memberikan gaji subsidi senilai Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

“Ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan subsidi gaji tersebut, yang pertama, karyawan swasta, kedua, aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, ketiga upah gaji yang dilapor di BPJS Ketenagakerjaan di bawah Rp5 juta, dan keempat bukan PNS maupun karyawan BUMN,” terang Ari.

Ari mengungkapkan, ini merupakan program pemerintah untuk pemulihan perekonomian bagi yang terdampak pandemi Covid-19.

BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini, kata dia, ditunjuk secara resmi oleh Pemerintah untuk melakukan kolekting data atau mengumpulkan data pekerja di Indonesia.

“Jadi ini bukan program BPJS Ketenagakerjaan, kami hanya penyedia data tenaga kerja dan mengumpulkan data nomor rekening yang terhitung dari hari Jumat kemarin sampai sepekan ke depan. Kami melakukan kolekting data nomor rekening seluruh peserta yang gajinya di bawah Rp5 juta. Dan kami meminta seluruh perusahaan di Kota Parepare, yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan untuk segera melaporkan nomor rekening pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk kami akan upload di sistem. Karena kami hanya penyalur bukan anggaran BPJS Ketenagakerjaan, melainkan murni dari anggaran APBN,” ungkap Ari.

Bantuan subsidi kepada pekerja swasta ini, akan terealisasi pada September 2020, dan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja. “Sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan dan dapat tepat sasaran,” tandas Ari.(*)

Pos terkait