Pemeriksaan Suket Bebas Covid-19 Makassar di Stop, Tapi

  • Whatsapp

SIDRAPPOS.COM, MAKASSAR — Pemerintah kota (Pemkot) Makassar menghentikan pemeriksaan surat keterangan (suket) bebas Covid-19 di batas kota Makassar.

Dimana surat tersebut awalnya adalah salah satu syarat yang harus dimiliki warga yang ingin melintas di batas kota baik yang mau masuk maupun keluar Makassar. Aturan itu akan diberlakukan mulai besok, Selasa (4/8/2020).

Bacaan Lainnya

Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri mengatakan alasan ditiadakanya pemeriksaan suket di batas kota karena warga telah patuh. Sebelum masuk Makassar, warga yang berasal dari daerah lain telah mengantongi suket sebagaimana yang dipersyaratkan.

“Dari kabupaten/kota lain itu sudah tahu kalau mau masuk Makassar bawa suket. Dan ternyata orang yang mau masuk Makasaar ini sudah bawa suket. Kemudian kedua adalah masalah kemacetan,” Kata Sabri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, Senin (3/8/2020).

Kendati demikian, pos penjagaan akan tetap berjalan. Namun kali ini pemeriksaan suket diganti dengan pemeriksaan masker. Termasuk, kata Sabri, personel penjaga yang ada di batas kota juga ikut dikurangi.

“Pos batas itu tetap ada, sekalipun dikurangi seperti tidak lagi menahan kendaraan,” pungkasnya.

Lanjut, Sabri menyapaikan langkah lain ditempuh pemerintah kota dengan memeriksa kepatuhan masyarakat menerapkan protokol keesehatan seperti pakai masker dan jaga jarak. Bahkan, penindakan akan lebih tegas bagi yang melanggar.  

“Kita tidak lagi memeriksa suket di perbatasan, namun diganti dengan pemeriksaan masker bagi masyarakat yang ingin memasuki Kota Makassar. Bagi yang tidak memakai masker, kami tidak perkenankan masuk ke kota,” ucapnya. 

Diketahui, pembatasan akses keluar ke kota Makassar telah dilaksanakan selama tiga pekan dimulai sejak 13 Juli lalu. Adapun rincian 14 hari pemberlakuan tahap awal, kemudian dilanjutkan sepakan kemudian sebagai tahap dua. Sementara untuk perpanjang ini Pemkot Makassar belum menyampaikan sampai kapan batas akhirnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *