Warga Diimbau Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Mengatasnamakan Pejabat

  • Whatsapp

SIDRAPPOS.COM, SIDRAP — Warga diminta waspada jika ada praktik meminta sumbangan dengan dalih untuk biaya penyemprotan cairan disinfektan berbayar demi mencegah penyebaran virus corona. Imbauan ini disampaikan Camat Watang Pulu Andi Surya Prajahadiningrat

Pasalnya ada seorang oknum atas nama Lukman dan mengaku salah satu staf Kecamatan Watang Pulu meminta sumbangan kepada sejumlah warga dengan dalih untuk biaya penyemprotan disinfektan

Muat Lebih


“Saya menegaskan tidak ada staf Kecamatan maupun staf Kelurahan di Watang Pulu yang bernama Lukman” tegasnya

Lanjut Surya, aksi yang dilakukan oknum tersebut merupakan aksi penipuan.

Foto Oknum Pelaku Yang Sempat di Foto Salah Satu Pemilik Apotek di Kecamatan Watang Pulu

Sebab, penyemprotan disinfektan pencegahan virus dilakukan tanpa memungut bayaran dan hanya dilaksanakan oleh petugas dengan menyertakan surat tugas.

“Kami imbau ketika ada yang menawarkan segera laporkan ke Pemerintah Kecamatan ataupun Kelurahan dan juga pihak kepolisan setempat untuk mengecek apakah benar yang bersangkutan petugas atau tidak, kami buka diri untuk menerima laporan sehingga kami bisa melakukan tindakan” kata Camat Watang Pulu Andi Surya, Selasa (30/6/2020)

Ia mengatakan potensi adanya oknum dengan modus menawarkan penyemprotan cairan disinfektan bisa saja terjadi. Terlebih lagi dengan memanfaatkan situasi saat sekarang ini untuk meraup keuntungan dengan meminta sejumlah uang.

Camat Watang Pulu juga mengatakan, modus oknum tersebut sudah banyak korban baik pemilik warung dan hotel yang dimintai dana sekitar 150 hingga 200 ribu

“Sudah banyak laporan yang kami terima, contohnya pemilik hotel Trimulti sempat memberi 150 ribu, SPBU Sudirman di kelurahan Uluale sempat juga menyerahkan dana sebesar 200 ribu kepada oknum tersebut” terang Andi Surya

Modus oknum tersebut saat beraksi selalu mengatasnakan Camat Watang Pulu dan Camat Maritengngae. Bahkan oknum tersebut juga berani mengatasnamakan pihak penegak perda Kepala Satpol PP

“Hotel Wisma Ramai contohnya menjadi korban modus oknum tersebut dengan mengatasnakaman kepala Satpol PP dengan alasan aturan dan akan dilakukan penyemprotan namun dengan biaya serta ancaman bisa dilakukan penutupan oleh Satpol PP” Tuturnya.(*)

DILARANG Keluyuran, Khawatir Bawa Pulang Virus Corona? Ini 4 Cara ...

Pos terkait

FAJAR - National Network

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *