Satpol PP Sulsel Sosialisasi Protokol Covid-19 di Restoran Siap Saji dan Warung Makan Tradisional

  • Whatsapp

SIDRAPPOS.COM, MAKASSAR — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulsel terus melaksanakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan bagi warga Kota Makassar.

Setelah menyasar sejumlah mal besar dan restoran siap saji di Kota Makassar, kini Satpol PP mensosialisasikan protokol kesehatan di warung-warung makan tradisional seperti penjual Coto Makassar.

Bacaan Lainnya

Secara humanis, personel Satpol PP Sulsel meminta kepada masyarakat untuk menjaga jarak, mencuci tangan sebelum masuk rumah makan, dan lain sebagainya.

Setelah makan, saat masyarakat meninggalkan rumah makan, mereka diwajibkan untuk kembali memakai masker.

Hal ini dilakukan satpol PP Sulsel sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan covid 19 di Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Ops Ketertiban dan Ketentraman Umum Satpol PP Sulsel Sultan Rakib SS MM mengatakan, saat ini Tim Gugus Tugas Provinsi Sulsel terus berupaya dan memfokuskan memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel.

“Petunjuk Pak Gubernur melalui Pak Kasatpol PP Sulsel untuk fokus pada pencegahan. Sehingga penanganan ke depan lebih ringan. Imbauan pakai masker dan jaga jarak ini terus dilakukan Satpol PP Sulsel,” ujar Sultan.

Update Corona Sulsel

Warga Sulsel harus tetap waspada dari ancaman Covid-19.

Hingga Rabu (24/6/2020), angka positif Covid-19 di Sulsel sudah tembus lebih 4.000-an kasus mengalahkan provinsi padat penduduk seperti Jabar, Jateng, Yogyakarta dan Banten

Angka 4.000-an kasus ini tentu saja menambah pekerjaan rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang merangkap Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merilis laporan media harian Covid-19 per Selasa (23/6/2020) pukul 12.00 Wita.

Dari 34 provinsi di Indonesia, penambahan pasien Covid-19 terbanyak masih dipegang Jawa Timur dengan 258 pasien.

Diikuti DKI Jakarta 160 pasien dan Sulawesi Selatan 154 pasien

Khusus Sulsel, penambahan 154 pasien Covid-19 tersebut membuat jumlah angka pasien Covid-19 di Sulsel tembus empat ribu kasus, tepatnya 4.062 pasien.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan Prof Syafri Kamsul Arif membeberkan kerja-kerja ril tim gugus.

Ia mengatakan, Gugus Tugas secara proaktif melakukan penanganan Covid-19 di Sulsel.

“Namun kita tetap mengedepankan koordinasi lintas sektor dan tingkat wilayah. Covid-19 bukan hanya soal kesehatan, tapi juga masalah sosial dan ekonomi dan ini kita lakukan secara terintegrasi,” kata Direktur RS Unhas itu via konferensi video, Selasa (23/6/2020).

Langkah yang sudah dilakukan utamanya berkoordinasi dengan Pemkot Makassar.

“70 persen-80 persen angka harian positif baru representatif dari Makassar. Kita harapkan massif tracing, intensif testinf dan edukasi,” ujarnya.

Anggota Tim Pakar Medis dan Critical Care Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 itu mengatakan, sejak minggu lalu akan diterapkan sanksi dan reward.

“Bukan hanya sanksi tapi ada juga reward. Dimana daerah bisa merubah dari zona merah menjadi kuning, kuning ke hijau. Saya kira penanganannya hingga tingkat RT-RW,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Ichsan Mustari tidak mendetailkan penambahan 154 pasien menurut distribusi per kabupaten/kota.

“Total penambahan hari ini 154 pasien, yakni di Bulukumba, Lutim, Gowa, Takalar, Bantaeng, Barru, Maros, Palopo, Pinrang, Selayar dan Sinjai. Terbanyak di Makassar 107 pasien,” kata Ketua IDI Sulsel itu.

Sementara untuk jumlah pasien sembuh pada Selasa (23/6/2020) terbanyak diduduki DKI Jakarta dengan 100 pasien, diikuti Jawa Timur 60 pasien dan Jawa Tengah 50 pasien.

Sulawesi Selatan berada di posisi lima dengan 42 pasien sembuh. Total pasien sembuh di Sulsel naik dari 1.321 pasien menjadi 1.363 pasien.(*)

Sumber: Tribun-timur.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *