Pemakaman Jenazah Covid-19 Diprotes Warga Pabberesseng Sidrap

SIDRAPPOS.COM, SIDRAP — Protes dan penolakan warga terhadap pemakaman pasien terkait corona COVID-19 kembali terjadi. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Selasa (28 April 2020).

Diketahui sebelumnya seorang warga pendatang dari Palu, dinyatakan meninggal dunia di Kabupaten Sidrap tepatnya di RS Arifin Numang Rappang pada Senin malam 27 April 2020 kemarin, dengan status pasien PDP Covid-19.

Bacaan Lainnya

Warga yang diketahui berinisial MYBL (51) tersebut pun harus dimakamkan sesuai prosedur pemakaman covid-19.

Pemerintah Kabupaten Sidrap menunjuk lokasi di Desa Mattirotasi sebagai lokasi pemakaman pasien PDP covid-19 tersebut.

Namun, Selasa 28 April 2020 hari ini, sejumlah warga Dusun Pabaresseng, Kabupaten Sidrap melakukan aksi protes.

Warga Dusun Pabaresseng menolak pemakaman covid di wilayahnya. Sejumlah warga protes dan mendatangi posko Covid-19 di Desa Mattirotasi dan menuntut agar kuburan pasien covid tersebut dipindahkan ke tempat lain.

Pemakaman Jenasah Covid-19 Ditolak Warga Pabberesseng Sidrap

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidrap, Ishak Kenre mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan kepada warga yang berdemonstrasi.

“Kami sudah ke lokasi menjelaskan terkait pemakaman itu sudah sesuai protap. Jauh dari pemukiman penduduk dan memastikan tidak akan ada penularan,” jelas Ishak Kenre.

Terkait tuntutan warga yang menolak pemakaman covid-19, terang dia, pihaknya masih akan melakukan rapat dengan pemerintah daerah untuk memutuskan. 

“Pemda yang lebih tahu tentang pemakaman itu,” jelas dia.

Sebelumnya, Pemkab Sidrap menunjuk lokasi tersebut karena merupakan lahan Pemkab Sidrap dan berada sekitar 7 kilometer dari Jalan Poros Sidrap Parepare.

Pasien PDP Positif Rapid Test

Terkait pasien yang dimakamkan tadi malam, Ishak Kenre menyebut bahwa pasien tersebut saat ini dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test. 

Untuk diketahui, hasil rapid tes belum tentu memastikan seseorang benar-benar positif corona sebelum keluar hasil tes swab yang lebih akurat.

“Positif rapid test, sehingga kita makamkan dengan prosedur covid-19,” kata Ishak.

Sementara itu Camat Watang Pulu, Andi Surya Hadiningrat sesaat lalu menjelaskan, jika pihaknya telah memberikan pemahaman kepada warga Pabbaresseng bersama Kepala Puskesmas dan tim Covid-19 Sidrap.

“Iya kami telah turun kelokasi menemui warga serta memberikan pemahaman tentang pemakaman pasien covid-19 yang dilakukan sudah sesuai Protap dari WHO,” jelasnya.

Dari hasil pertemuan dengan warga, kata A.Surya didapatkan tiga kesepakatan. Pertama, warga meminta agar pemakaman semacam ini atau jenazah pasien covid-19 adalah yang pertama dan terakhir dilakukan di pekuburan Pabbaresseng.

Kedua lanjut Camat Watangpulu ini, dijamin jika pemakaman ini sesuai standar Protap WHO yang telah dilakukan pihak rumah sakit Arnum dan aman serta tidak akan menular. serta yang ketiga, masyarakat meminta agar pekuburan Pabbaresseng dilakukan penyemprotan disinfektan tiga kali sehari selama 14 hari.

Untuk diketahui, semalam Sampai dinihari pihak rumah sakit bersama Tim percepatan penanganan covid-19 kabupaten Sidrap telah melakukan pemakaman terhadap pasien RS Arnum yang meninggal semalam.(*)

Pos terkait