Di Tengah Pandemi Covid-19, Murid TK Pertiwi Sidrap Intens Kreativitas Dirumah

SIDRAPPOS.COM, SIDRAP — Ditengah pandemi Covid-19, kegiatan Belajar di Rumah masih berlangsung hingga hari ini. Kondisi ini membuat para guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran daring agar tidak membosankan dan tetap sesuai dengan materi.

Selain itu, guru juga tetap memperhatikan kesehatan siswanya dengan memantau secara intens lewat komunikasi dengan orang tua siswa melalui sosial media group whatsapp

Bacaan Lainnya

Contohnya Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Pangkajene Kabupaten Sidrap pun turut melaksanakan program Belajar di Rumah sesuai dengan arahan dari para guru.

Salah satunya dengan mengembangkan kreativitas anak yakni menggambar dengan tema puncak alam semesta dan mengkampanyekan seruan #dirumahaja oleh guru melalui vidcom lewat media whatshap

Selain menggambar dengan tema puncak alam semesta, ada yang unik dilakukan anak dalam mengembangkan kreativitas. Yaitu dengan menggambar anak-anak kemudian payung diatas gambar bisa dibuat dari kertas origami, contoh salah satu kreativitas murid TK Pertiwi dibawah ini

Kreativitas Salahsatu Murid TK Pertiwi Sidrap Akmal Daffa Pratama

Salahsatu guru TK Pertiwi Sidrap, Bunda Ida menuturkan dalam kondisi seperti saat ini, pihaknya berharap anak-anak tetap belajar di rumah dengan senang sehingga pihaknya memberi kebebasan anak untuk berkreativitas mengembangkan imajinasi dengan berbagai keterampilan dan permainan di rumah.

“Hal itu perlu dilakukan agar anak senang dan tidak jenuh di rumah. Tampaknya anak-anak juga perlahan bisa memahami kondisi akibat wabah Covid-19 ini,” tuturnya.

Ida menambahkan, pihaknya terus memantau siswa dan ternyata anak mampu mengembangkan kreativitas ketika di rumah. Hal itu dengan beberapa bukti yang dilaporkan orang tua kepada guru, seperti pembuatan prakarya.

“Dengan tugas membuat hasil karya seperti itu, yang paling pokok untuk anak usia dini yaitu belajar berkreasi, mengembangkan imajinasi sesuai dengan keinginan yang berupa gambaran yang ada dalam pikirannya,” tambahnya.

Dalam menyampaikan tugas ke anak-anak, sebelumnya para guru membuat tutorial, kemudian disampaikan kepada para orang tua untuk disaksikan dan dipahami anak. Selanjutnya dengan dibantu orangtua, anak mengerjakan tugas tersebut.

Tujuannya tentu membentuk adanya kerja sama dan komunikasi antara orang tua dan anak dalam membuat karya. Sehingga kedekatan dan komunikasi dapat terbangun lebih baik antara orang tua dan anak. Siswa juga belajar bekerjasama dengan baik.

“Jadi dengan tugas keterampilan tersebut, anak-anak memperoleh beberapa manfaat dan ilmu yang akan berkesan dalam dirinya,” pungkas Bunda Ida

Sementara, salah satu orang tua murid siswa Salma menuturkan, semenjak murid diliburkan dan belajar dirumah mengatakan bahwa, terkadang anak-anak sejak awal-awalnya mulai bosan di rumah terus dan mulai jenuh mengalami masa-masa seperti ini dan bahkan sering menerima keluh anaknya yang mulai jenuh dan ingin kembali sekolah seperti biasanya. Tapi dengan seiring waktu hal itu bisa dilalui anak-anak dengan diberikannya aktifitas berkreasi

“Ini sangat sangat bagus diterapkan selama belajar dirumah. Orang tua juga akan banyak belajar, bagaimana cara mendampingi anak-anak selama belajar di rumah. Orang tua juga akan tahu kesulitan belajar anak – anak dalam beberapa materi tertentu.” tuturnya. (*)

Pos terkait