Perwakilan Addatuang Sidenreng Ke-25 A.Faisal Sapada Telah Disampaikan Ke Gubernur

SIDRAPPOS.COM, SIDRAP — Sejumlah perwakilan keluarga Addatuang Sidenreng ke 25 Andi Faisal Sapada melakukan audience dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Mereka diterima oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rujab Gubernur, Jum’at (17/1/2020) minggu lalu

Bacaan Lainnya

Hadir dalam pertemuann itu pihak keluarga Andi Pamadeng Rukka, A.Syafiuddin, Andi Parenrengi, Andi Ridwan, Andi sultan Tatong

Dalam pertemuan itu perwakilan Addatuang Sidenreng ke 25 datang melaporkan hasil kesepakatan rapat keluarga besar Addatuang bersama dengan pemangku adat dan para perwakilan arung yang akhirnya memberikan persetujuan untuk menetapkan, mengangkat dan menobatkan sekaligus melantik Dr Ir H Andi Achmad Faisal Sapada SE MM menjadi Addatuang Sidenreng yg ke XXV (25), sekaligus mengundang Gubernur untuk menghadiri Acara Penobatan Akbar Addatuang Ke 25 nantinya.

Dalam laporannya ke Gubernur Sulsel bahwa pengankatan Addatuang Sidenreng ke 25 A.Faisal Sapada sudah sesuai dengan ketentuan dan sesuai adat puraonrona Sidenreng yang di hadiri oleh sebagian besar  pemangku adat.

Pada kesempatan itu, turut diperlihatkan lampiran SK majelis adat No 02 tahun 2013 yang di tanda tangani oleh almarhum YM H Andi Patiroi Pawiccangi selaku Addatuang ke 24 yang di gunakan sebagai rujukan untuk mengangkat Addetuang

Di dalam SK poin E para pemangku adat yaitu  sebanyak 4 orang dari unsur pabbicara dan 8(arua) orang matoa dan di poin F juga tertulis 14 orang dari unsur arung lili

Dalam penyampaiannya kepada Gubernur yang juga selaku ketua dewan Adat Sulawesi Selatan bahwa pengangkatan A.Faisal Sapada sudah sesuai prosedur adat yang sah

Sesuai prosedur adat pengangkatan tersebut sudah sah dan sudah melebihi dari yang di persyaratkan” Jelasnya A.Syafiuddin

Adapun yang dimaksud 4 dari 8 unsur ‘Matoa’. Keempatnya adalah Drs. H. Andi Nasir Nombe (Matoa Arawa), Andi Muh Gusli Cakkudu (Matoa Teteaji), Andi Maddangkang Rumpang (Matoa Lise) dan Usman Dg Beta (Matoa Allakkuang).

Satu orang ‘Matoa’ tidak sempat hadir namun memberikan persetujuan dan membubuhkan tanda tangan yaitu Andi Anas Syahrir (Matoa Wattang Sidenreng)

Sementara dari unsur ‘Pabbicara’ hadir 3 dari total 4 orang. Tiga orang tersebut yaitu Andi Supomo atau Andi Molo (Pabbicara Guru), Andi Tahir Cabamba (Pabbicara Massepe) dan Andi Tenri Sidda Ronda (Pabbicara Arawa).

Adapun unsur ‘Arung Lili’ yang terdiri 14 orang  hadir 8 orang. Yang hadir yaitu Andi Kalimuddin (Arung Amparita/Arung Tellu Latte Sidenreng), Andi Parenrengi, SH (Arung Empagae), Andi Paranrengi (Arung Corawali), Andi Suryani Habib (Arung Wette’e), Andi Iccang Baso Patommo (Arung Patommo), Andi Wahyu Habib (Arung Wanio) dan Andi Tamrin (Arung Bilokka)

Addatuang Sidenreng Ke 25

Pada penobatan beberapa waktu lalu juga turut juga di saksikan oleh perwakilan Pemkab Sidrap yakni Asisten 1 pemerintahan Andi Faisal Burhanuddin, Kapolsek Tellu Limpoe, Danramil Tellu Limpoe, Sekcam dalam hal ini mewakili camat tellu limpoe.

Sementara Gubernur Sulsel dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Bupati Sidrap sudah menyampaikan ke saya terkait permasalahan Addatuang yang ada di sidrap

Menurut Gubernur, Kalau pengangkatan tersebut sudah sesuai aturan dan dihadiri sebagian besar pemangku adat maka itu sudah saya anggap permasalahan selesai

Kapasitas saya selaku Gubernur hanya cukup mengetahui saja dan Insya Allah kalau tidak ada halangan saya akan menghadiri perayaan tersebut sesuai undangan lisan “ungkap Nurdin Abdullah

Sementara terpisah, penanggung jawab  pelaksana penobatan Andi Wawo pasanrangi mengatakan, hasil rapat pengangkatan A. Faisal Sapada sebagai Addatuang Ke-25 ini juga sudah sesuai prosedur adat dan kami di tunjuk oleh sebagian besar pemangku adat untuk melaksanakan rapat rapat sebelum pengangkatan Addatuang kemarin.

Selain prosedur adat, perlu saya jelaskan bahwa pengankatan Andi Faisal Sapada karena dia juga berasal dari garis keturunan ke 5 Addatuang  Sidenreng ke 23 Lasadapotto, mempunyai wawasan luas, sehat jasmani dan rohani serta memiliki jiwa sosial dan itu juga memenuhi kriteria” tuturnya

Justru saya sampaikan kepada pihak keluarga lainya untuk tidak menggiring opini opini yang tidak benar karna kami sudah jalan melalui prosedur adat dan kami anggap sudah final,

Andi Wawo juga mempertanyakan, pihak pihak yang melaksanakan pengakatan Addatuang, kalau sudah keluar dari persyaratan prosedur adat, itu yang saya anggap tidak sah menurut prosedur adat

Saya mempertanyakan kapasitas mereka, perlu diingat bahwa pengangkatan addatuang harus melalui proses adat, kita punya aturan adat, apa mereka sudah mendapatkan persetujuan dari para pemangku adat untuk melaksanakan pengankatan addatuang lainnya, coba tunjukan tanda tangan persetujuan dari matoa arua, pabbicara dan arung lili selaku pemangku adat yang mereka pegang, kita ini bicara aturan maka dari itu mari kita berjalan sesuai prosedur” ungkap Andi Wawo.

Andi Wawo juga masih membuka ruang bagi pihak yang ingin berdiskusi dan melihat dokumen-dokumen perihal pengangkatan Addatuang Sidenreng ke-25 tersebut.

Andi Wawo juga tak lupa berpesan dan mengajak kepada seluruh keluarga Addatuang untuk bersatu membesarkan adattuang sidenreng dan bisa bersinergi dengan pemerintah.

Terkait bahwa SK No 02 Tahun 2013 yang telah dirubah oleh pihak tertentu, Andi Wawo Parenrengi mengatakan, bahwa SK yg telah di tanda tangani oleh almarhum YM H. Andi Patiroi Pawiccangi selaku Addatuang Sidenreng ke 24 itu tidak boleh diubah sepeninggal beliau dan tanpa musyawarah pemangku adat

Yang boleh merubah SK tersebut adalah Addatuang yang terbaru atas sepengetahuan  pemangku adat lainnya” terang arung empagae tersebut.(*)

Pos terkait